Bagaimana Operasi Amandel

biay aoperasi amandel di RS telogorejo Semarang dan Columbia Asai bisa ditanyakan atas surat pengantar dari dokter THT yang akan mengoperasi

Biaya Operasi Amandel ditanyakan ke RS dengan pengantar dari dokter THT yang akan mengoperasi.

dr. Henny Kartikawati, SpTHT

Apa dan Bagaimana Operasi Amandel

Video dibawah ini menampilkan operasi amandel dengan alat plasma coblation, sedangkan  tentang persiapan operasi dan perawatan paska operasi klik/ download manual book operasi amandel.

Pada Pdf di atas adalah manual book bagi pasien saya bila akan operasi amandel. Apa yang harus dilakukan sebelum operasi, setelah operasi. Segala pertanyaan sebelum operasi. Semoga bisa terjawab dari pdf tersebut.

Bila akan konsultasi online dengan saya tentang operasi amandel. Silahkan isi form keluhan.

Jadwal Praktek Keseluruhan

Dr. Henny Kartikawati, SpTHT-KL

Untuk Informasi Lain

Operasi adenoid yang membesar

Adenoid_hypertrophy

adenoid adalah organ yang sel selnya sama dengan amandel. Kalau amandel letaknya di belakang samping lidah maka adenoid letaknya di belakang Hidung. Jika adenoid membesar maka hidung akan mampet dan akan keluar Ingus terus menerus.

seringkali bila amandel besar adenoid juga besar, sehingga bersamaan dengan operasi amandel, adenoid juga diangkat sekalian. Operasi pengangkatan adenoid ini lebih mudah dibandingkan operasi amandel, dengan resiko perdarahan lebih sedikit.

Tidur ngorok pada anak-anak Kebanyakan disebabkan amandel dan adenoid yang besar.

Kenapa adenoid menjadi perhatian penting juga? Karena posisi adenoid yang sangat berdekatan dengan tuba Eustachius, maka banyak penyakit congek (telinga meler) disebabkan karena adenoid yang membesar dan menutupi saluran tuba tersebut.

Pemeriksaan adenoid yang paling mudah adalah dengan melakukan Foto Rotgen adenoid, akan tampak sesuatu yang menutupi belakang hidung.

Operasi adenoid sangat mudah, caranya dengan curetase melalui mulut. Resiko perdarahan karena curete adenoid sangat minimal, karena adenoid vaskularisasinya kapiler. Berbeda dengan amandel, tonsila palatina (amandel) vaskularisasinya arteri, kemungkin perdarahan operasi masih bisa terjadi. Saat ini untuk meminimalisir perdarahan akibat operasi amandel, bisa digunakan alat bernama plasma coblation.

Operasi adenoid tanpa operasi amandel juga kerap dilakukan, disebabkan amandelnya memang tidak bermasalah dan tidak besar.

faringitis kronis ( radang tenggorok kronis )

Faringitis kronis adalah radang tenggorok berulang.

Faringitis kronis berbeda dengan faringitis akut. Faringitis kronis keluhan malah tidak menonjol (nyeri telan tidak terlalu, terkadang malah tidak demam).

Keluhan Radang tenggorok kronis berupa rasa panas atau rasa tidak enak di tenggorok, batuk batuk dahak di tenggorok. Kondisi demam tinggi tidak ada, namun rasa nggregesi ( tidak enak badan ) ada.

faringitis akut atau radang tenggorok akut keluhan lebih nyata, misalnya nyeri telan hebat batuk, pilek dan demam.

faringitis kronis perlu penanganan diluar minum obat. Penanganan diluar minum obat itu misalnya:

  1. Jaga makan minum (menghindari) makanan minuman yang extreme secara suhu dan rasa. Makanan yang keras dan bersudut tajam juga sebaiknya dihindari.
  2. Untuk kasus kasus radang tenggorok akibat luapan asam lambung (laringo pharyngeal reflux), pasien dianjurkan tidur bantal tinggi dan jangan makan menjelang tidur setidaknya 2 jam.
  3. Buah buah bergetah dan rasa asam sebaiknya juga dihindari.

Prinsipnya jika ingin radang tenggorok kronis membaik, usahakan jangan hajar dinding tenggorok kita dengan paparan makanan minuman yang merusak tenggorok. Makanan minuman yang merusak tenggorok adalah yang extreme secara suhu dan rasa.

https://konsultasispesialis.com #dokterthtsemarang @drhennytht

dokter tht tegal
faringitis kronis

Resiko kesehatan terkait dengkur

Dengkur atau yang sering kita kenal dengan kata Ngorok, adalah hal biasa yang sering kita temui sehari-hari. Bahkan mungkin kita sendiri yang sering ditegur teman tidur, bahwa kita ngorok. Ngorok dianggap hal biasa, tapi sesungguhnya ngorok bukan hal normal, ngorok bisa memperpendek umur.

Dengkur atau yang sering kita kenal dengan kata Ngorok, adalah hal biasa yang sering kita temui sehari-hari. Bahkan mungkin kita sendiri yang sering ditegur teman tidur, bahwa kita ngorok. Ngorok dianggap hal biasa, tapi sesungguhnya ngorok bukan hal normal, ngorok bisa memperpendek umur.

Mengapa memperpendek umur ? Hambataan pernafasan yang terus menerus bisa mengakibatkan gangguan jantung, hipertensi, ngantuk di siang harinya (mengemudi ngantuk membahayakan jiwa), atau bahkan kematian mendadak karena sleep apnea (henti nafas saat tidur. Jika jenis ngoroknya tidak sampai level membahayakan jiwa atau memperpendek umur, maka ngorok tanpa hambatan nafas hanya mengganggu “good night sleep”. Untuk menikmati “good night sleep” bagi kita para pendengkur dan teman tidur, maka banyak hal yang perlu kita ketahui.

     Snoring atau mendengkur atau ngorok hanya akan muncul jika ada hambatan aliran pernafasan, bisa terhambat di hidung, di mulut dan atau di tenggorok. Tepatnya lokasi mana yang menimbulkan bunyi dan menghambat pernafasan tersebut perlu pemeriksaan teliti seorang spesialis THT. Pemeriksaannya sangat variatif.

Secara pemeriksaan fisik diperkirakan misal karena :
1. Concha hipertrophy (kerang hidung yg besar)
2. tonsil hipertrophy (amandel yang besar)
3. lidah besar
4. kegemukan (obesitas) akibatnya lemak di dinding tenggorokpun yang tebal krn kegemukan bisa menghambat pernafasan
5. Langit langit tenggorok yang kendor.
6. anak tekak (uvula) yang panjangpun bisa menimbulkan bunyi pada dengkur.

Kita simpukan saja, bahwa obstructive sleep apnea (ngorok yang sampai menghambat aliran nafas) adalah penyakit struktur yang hanya bisa diatasi dengan melonggarkan struktur yang menyumbat tadi.

Misal karena kerang hidung besar maka bisa dilakukan concha reductie atau conchotomy untuk mengecilkannya.
Bila yang masalah adalah amandel yang besar maka pengangkatan amandel adalah solusi.
Bila kegemukan maka solusinya menguruskan badan.
Bila langit-langit dan anak tekak yang endor solusiya UPPP (uvulo pharyngo palato plasty).
Besarnya lidah bisa diatasi dengan operasi tongue base channeling (mengkerutkan basis lidah).

Menurut dr. Henny Kartikawati ,M.Kes.Sp.THT,KL Penanganan dengkur yang sampai menghambat pernafasan ini tidak hanya dengan cara operasi. Penggunaan alat seperti chin retractor, mouth piece tounge device, CPAP (continuous positive airway pressure) adalah pilihan disesuaikan dengan di level mana terjadi hambatan pernafasan pada penderita. Bila cara penggunaan alat-alat bantu tersebut masih belum menyamankan pasien dan pasangan tidur, maka tidakan operatif adalah solusi.

Operasi untuk masalah obstructive sleep apnea saat ini setelah ditemukan teknologi plasma coblation, bukanlah operasi yang berbahaya. Alat plasma coblation ini memiliki triple function pada satu ujung (sucction, controlled ablation, dripping NaCl), akibatnya hasil potongannya bisa dibilang tdk berdarah, tidak terbakar (krn hanya 40 derajat celcius) dan endingnya terbentuk pengkerutan. Pengkerutan untuk kerang hidung yang besar, langit langit tenggorok yang kendor dan basis lidah yang besar adalah hal yg kita inginkan untuk memperlebar jalan nafas pada kasus dengur yang menghambat pernafasan. Dan saat ini di negara maju n alat plasma coblation ini sudah sangat biasa digunakan untuk operasi pengangkatan amandel disebabkan tingkat keamanannya yang tinggi. Operasi UPPP (uvulo pharyngo palato plasty) juga sangat terbantu jika menggunakan alat ini.

Radang tenggorok kronis, dahak yang selalu ada tiap pagi, mulut kering kerap kali juga disebabkan karena dengkur. Jadi jika dengkurnya tidak diselesaikan maka kondisi tenggorok yang tidak pernah nyaman adalah bagian dari pengaruh dengkur terhadap kesehatan juga.

Amati gaya dengkur pasangan tidur anda, kalau perlu videokan kemudian berkonsultasilah dengan dokter THT, dokter jantung atau dokter paru. Mereka akan memberikan penjelasan terkait dengkur pasangan anda. Resiko kesehatan yang bisa muncul akibat dengkur ini, harus dilihat kasus perkasus karena masing-masing pendengkur permasalahannya bisa berbeda-beda dan penangannya juga berbeda-beda?