mastoidektomi

Mastoidektomi
3 macam :
1. Simple
2. Modified radical
3. Radical

Mastoidektomi simple :
Menggubungkan telinga tengah dengan mastoid, dimana tulang kanal telinga tetap dipertahankan, sering disebut “canal wall up”. Setelah dibersihkan maka timpqnoplasti bisa dilakukan.

2. Mastoidektomi modified radical .
bedanya hanya dinding tulang cae dibuang juga, sering disebut canal wall down. Tejadi rongga antara cae dan mastoid, shg rongga mastoid terekspose dgn dunia luar. Dilakukan pelebaran cae sering disebut meatoplasty. Prosedur ini dilakukan infeksi berulang yang ekstensif.sehingga rongga mastoid bisa dibersihkan saat follow up.Timpanoplasti masih bisa dilakukan pada prosedur ini.

3. Radical mastoidectomy
Pada prosedur ini ossicula dan mucosa telinga tengah juga dibersihkan . Bahkan tuba eustachii juga diblok. Tidak bisa dilakukan timpanoplasty pada prosedur ini.
Semua jenis me tsb tetap memberikan resiko : kurang pendengaran, tinnitus, dzzines, perot atau ggan pengecapan.
Paul Gidley, MD
(c) 2004 MC ENT A
Medical Center Ear Nose and Throat Associates of Houston

kepentingan brokoesofagologi di THT

Bronchoesophagology

Kepentingan mempelajari broncus dibagian THT
* aspirasi benda asing atau cairan kimia
, tumor dan kelainan kongenital
Aspirasi benda asing
* bedakan letaknya laring, trakea, bronkus atau esofagus

benda asing uang logam pada bronkus Uang logam pada esofagus
Tindakan pertama
Heimlich maneuver ( tekanan mendadak pada abdomen tujuannya untuk merubah posisi dari benda asing, sehingga bisa dibatukkan atau dimuntahkan. Hati-hati gunakan ini hanya pada obstruksi yang total.
Tindakan selanjutnya :
* x-Foto kira-kira dimana letak benda asing tersebut, kalau perlu dengan barium.
Tindakan di bidang THT
* Laringokopi, bronkoskopi atau esofagoskopi.
Bila disertai dengan sesak nafas yang adekuat trakeotomi perlu dilakukan atau krikotirodotomi.

Tanda=tanda aspirasi :
* Chocking episode : fase tercekik-cekik
* selanjutnya kadang-kadang justru tidak tampak gejala-gejala menonjol, kecuali : rasa nyeri, disfagia ( esofagus ). wheezing unilateral, emphisema, dan infeksi ( bronchus ).

Biasanya benda asing berupa :
uang logam, permen, gigi palsu, duri ikan.

Resiko aspirasi atau tertelan benda asing dan tindakan kita :
– sesak nafas
– infeksi
– perforasi
– mediastinitis
– striktur

Disfagia
Disfagia adalah kesulitan menelan seringkali disertai nyeri telan.
Prose menelan 3 fase :
1. Fase oral (lidah berperan ) , sadar
2. Fase faringeal, laring menutup, nafas berhenti masuk ke     esofagus –>
3. Fase esofageal

Pemeriksaan :
– Pemeriksaan fisik : Oral tenggorok, leher
– Endoskopi
– x-Foto, Ct-Scan

Tindakan :
sesuai penyebab :
– infeksi : antibiotika
– benda asing : ekstirpasi ebnda asing
– kelumpuhan : neurolog
– Tumor : terapi tumor

nervus fasialis

Oleh dr Thohar Arifin.
Nervus Facialis dan n. Intermedius(karene terletak diantara N VII dan N VIII) selalu dibicarakan bersama. Komponen nervi cranialis ini adalah :
– motorik
– parasympathis
– pengecapan 2/3 anterior lidah
– sensoris

facial_nerve.gif

N. Intermedius (Wrisberg) dirunut dari cerebropontin angle terletak diantara N VII dan N VIII mengandung komponen SVA dan GSA. Nervus ini dalam perjalananya di MAI bergabung dengan N VII mulai dari Genu N VII(ganglion Geniculi).
Di Genu N VII komponen SVA(neuron orde I) berganti neuron, serabut ini membawa impuls sensoris rasa dari lidah di 2/3 anterior. Dalam perjalananya dari 2/3 anterior lidah fiber akan bergabung dengan nervus lingualis yang anatomis merupakan cabang N. V, kemudian melewati Corda tympani. Fiber melanjut sebagai fasiculus solitarius dan kemudian akan menuju ke Ncl Solitarius atau Ncl. Gustatorius.
GSA fiber membawa impuls sensasi dari MAE dan kulit di belakang auricula. Di central fiber ini akan menerus ke tractus trigeminalis spinalis bagian dorsal
Komponen GVE fiber yang berasal dari ncl. Superior salivatorius dengan neuro trasnmiter collinergic. Cell bagian dorsal dari NCL N X membentu bagian caudal dari Nucleus salivatorius. Overlaping distribusi neuron antara N IX dan N Intermedius memunculkan penamaan NCL salivatorius superior dan inferior. Di Dekat Genu N VII satu group melanjut sebagai n petrosus superficialis mayor yang akan menuju ggl pterigopalatinum berfungsi sbagai secretomotor untuk glandula lacrimalis dan vasomotor untuk membrana mucosa mulut dan hidung. Groups yang lain akan menuju ke ganglion sub mandibularis yang sebelumnya melewati corda tympani dan bergabung dengan n lingulais. Fiber ini bertanggungjawab terhadap sekresi glandula sub mandibularis dan sub lingualis

LESI NERVUS FACIALIS

Bell’s Palsy, lesi paralytic ipsilateral musculus facialis dan lesi sensoris serta autonom sesuai persarafan N Facialis. Lesi motoris total jika lesi terjadi di for stylomastoideus. Pada sisi lesi penderita tidak dapat mengerutkan dahi, menutup mata, meringis, dan mecucu. Fisura palpebralis melebar, lipatan nasolabial mendatar serta angulus oris jatuh ke bawah. Corneal refleks tidak ada namun sensasi cornea masih terpelihara.
Lesi di distal ganglion geniculatum akan menampakan gejala seperti diatas dan disertai dengan gangguan secresi glandula submandibularis dan sublingualis, hyperacusis karena lumpuhnya nervus stapeideus dan sering diikuti dengan hilannya rasa pengecap pada 2/3 anterior lidah.
Lesi Proximal dari N Facialis akan berakibat lesi seperti diatas dan hilannya rasa pengecap 2/3 anterior lidah total dan gangguan secresi lacrima. Hilangnya modalitas rasa pengecap mungkin akan menetap, sedangkan modalitas secretomotor akan regenerasi, namun regenerasi ini kadang menglami keslahan, fiber yang seharusnya menuju ggl submandibularis bergabung dengan n petrosus superficialis mayor, sehingga rangang salvias akan dimanifestasikan dengan produksi air mata. Kondisi ini mengacu pada Syndroma crocodile tears, yang merupakan squele dari bell’s palsy.

Test kalorimetri nistagmus

Oleh dr. Thohar Arifin
Caloric Nystagnmus
– Ada empat kemungkinan tes ini:
1. Induksi irigasi dengan air dingin dan panas padda meatus acusticus externus
2. dengan cara sama pada satu MAE saja
3. Untuk mengevaluasi pasien tidak sadar
4. bisa untuk menstimulasi individual canalis semicircularis.

Metoda tes ini adalah menstimulasi canalis semicircularis horisontalis.
Jika pasien berdiri maka kepala di extensikan 60 derajat dari sumbu axial, atau pasienyang tiduran kepala pasien di flexikan 30derajat.
Air dingin atau air panas di irigasikan ke MAE dengan spuit

Sebelum membaca hasil tes ini ada prinsip yang perlu di ketahui, yaitu penamaan Nystagmus. Nystagmus di namai dari komponen cepatnya. Misalnya ada stimulasi pada system vestibular kemudian kedua bola mata bergerak lamban ke kiri dan cepat kekanan, maka dinamai right nystagmus.

Ok.. kita kembali ke test caloric.
Pada orang normal :
irigasi dengan air dingin akan bermanifestasi nystagmus yang oposite dengan arah aliran air dingin. Misal telinga kanan yang di irigasi maka nyastagmus akan ke kanan.
Ini pada awalnya, sedang fase pemulihan maka nystagmus akan sama dengan arah aliran air dingin.
kunci : cold oposite.
Pada irigasi dengan air hangat akan bermanifestasi kebalikan dari air dingin, Jadi kalau MAE kanan yang di irigasi maka Nystagmusnya ke kiri dan fase pemulihannya nystagmus ke kanan.
Kunci : Warm same
Pada penderita yang mati batang otak:
1. Tidak ada nystagmus
2. lesi pada FLM bilateral, mata yang di irigasi akan adduksi ke arah aliran air dingin/oposite aliran
3. lower brain stem damage, tidak ada respon