Soal-soal Prof X3

1. Otoskopi yang dilihat apa saja dan kira kira penyebabnya ?

  • Perforasi :OMA stad III, OMK, trauma
  • Retraksi : oklusio tubae, OM adhesiva
  • Atrofi : OME
  • Bulging : OMA

2. Apakah saudara tahu bahwa ada mastoiditis yang disebabkan bukan karena OM, lalu karena apa ? Otitis Eksterna maligna dab kolesteatoma kongenital
OE Maligna : radang pada isthmus CAE karena kuman pseudomonas menyusuri basis kranii kemudian masuk ke foramen stilomastoid kemudian ke mastoid sehingga menjadi mastoiditis.
Kolesteatoma kongenital : sel-sel embrional dati ektoderm tertinggal di daerah mastoid kemudian terjadi mastoiditis
DD untuk telinga bau apa saja :
1. kolestetoma di liang telinga atau di cavum timpani
2. serumen basah
3. mastoiditis koalesen
4. malignansi di liang telinga atau rongga telinga tengah.
5. OMK infeksi kuman Coli.
6. Kelumpuhan n. 7 derajatnya ada berapa macam ( ada 2 sistem ):
Slunderland :

  • Blokade fisiologi
  • Ruptura Axon
  • Ruptura Axon dan endoneurium
  • Ruptura Axon, endoneurium dan perineurium
  • Ruptura Axon, endoneurium, perineurium dan epineurium

Klasik :

  • neuropraksia
  • axonotmesis
  • neurotmesis

7. Sistem keseimbangan pada manusia apa saja dan bagaimana cara memeriksanya ?
sistem vestibuler
sistem okuler
sistem propioseptif
Cara pemeriksaan :
posisi nistagmus
nistagmografi
Romberg, Babinski Weil, Modifikasi Romberg

Soal jwb dr. X1

1. Apa itu inverted papiloma ?

  •      tumor jinak dan etiologinya karena virus.
  •      unilateral
  •      lebih padat dari polip, PA tidak melewati sel basal.
  •      bisa mengalami degenerasi keganasan
  •      dapat sembuh dengan operasi, polip sulit sembuh krn etiologinya alergi.

2. Sinusitis, bagaimana pembagian sinusitis pada umumnya? dan apa kepentingan pembagian tersebut ?
jawab berdasar penyebabnya :

  • sinusitis odontogen
  • sinusitis rinogen

berdasar stadiumnya :

  • sinusitis akut < 4 minggu
  • sub akut 4 mgg-3bln
  • kronil 3 bln

Berdasar lokasi

  • sinusitis maksila
  • sinusitis ethmoid
  • sinusitis sfenoid
  • sinusitis frontalis

3. Bagaimana prinsip pengobatan sinusitis odontogen ?
menghilangkan fokal infeksi, irigasi, antibiotika tidak ada perbaikan operatif.

4. Kapan seorang anak pilek dicurigai sinusitis ?

  • pilek ingus kental > 10 hari
  • napas bau
  • hidung tersumbat
  • sakit kepala, demam pada yang akut
  • pada pemeriksaan sekret mukopurulen tertimbun di kavum nasi.
  • batuk produktif
  • post nasal drip

5. Apa saja yang merupakan faktor predisposisi untuk terjadinya sinusitis pada anak ?
benda asing yang lama
adenoid hipertrofi
rinitis alergi
sindroma siliostatis

6. Reaksi laergi jelaskan sampai bisa terjadi gejala rinitis alergi ?
alergen + 2 molekul IgE kemudian degranulasi sel mast/ basofil selanjutnya release mediator histamin yang meberi efek pada pembuluh darah , ujung saraf dan kelenjar mukosa.

7. Jelaskan sedikit mekanisme desensitisasi sehingga dapat mengurangi gejala klinik : blocking antibodi ( persaingan IgG – IgE), keseimbangan Th1 TH2,  jumlah dan sensitifitas IgE berkurang,  sensitifitas sel mast dan basofil berkurang.
faktor yang berpengaruh : pemilihan jenis alergen, dosis alergen, keteraturan suntikan dan pemaparan alergi lingkungan.

8. Jelaskan peran eosinofil pada reaksi inflamasi alergi ?
diperantarai mediator dalam eosinofil : MBP, ECP, EDP yang bersifat sitotoksik sehingga mengakibatkan eksfoliasi epitel dan mukosa menjadi lebih terbuja akan mengakibatkan hipereaktifitas.

Tuba Auditiva Eustachii

Tuba Auditiva Eustahii merupakan pipa sempit yang menghubungkan kavum timpani dan nasofaring, panjangnya 3,5 mm. Anatomi tuba dibagi menjadi 2 bagian yaitu : pars osseus dan pars kartilago.
Pars oseus pada 1/3 lateral, selalu terbuka
Pars kartilago pada 2/3 medial dan selau tertutup oleh karena :

  • kontraksi otot perituba,
  • daya adesi zat mukous
  • perbedaan tekanan udara kavum timpani dan nasofaring
  • elastisitas kartilago

Otot -otot yang berperan pada pembukaan tuba ada 7 :

  1. m. levator velli palatini
  2. m. tensor velli palatini
  3. m. tensor timpani
  4. m.salphingofaringeus
  5. m. glosofaring
  6. m. konstriktor faring superior
  7. m. stapeideus

Tuba pada anak lebih pendek, lebih horisontalda lebih lebar, karena itu sering mengalami OMA.

Technorati Tags: , , ,

Tulang Mastoid

Prosesus Mastoideus
Mastoid dibentuk oleh tonjolan tulang dari pars skuamosa dan petrosa os temporal. Letaknya tepat dibelakang (dorsal) CAE dan cavum timpani. Dengan procesus zygomaticus membentuk linea temporalis. M. sternokleidomastoid dan m. digastrikus v. posterior melekat pada proses mastoid.
Dibawah linea temporalis terletak segitiga henle dengan area kribosanya.
Mastoid pada orang dewasa mengandung rongga udara yang terlapis oleh mukosa disebut celulae, hingga pada foto rontgen terlihat seperti sarang tawon (honey comb). Selulae ini berhubungan dengan antrum. Menurut letaknya selule mastoid dibagi menjadi :

  • selule perianthral
  • selulae punctum. posterior CAE
  • selulae zygomaticus.

Seluale ini pada anak-anak berhenti berkembang pada usia 4-6 th. Apabila seluale tidak terbentuk maka terjadi sklerotik bone.
Antrum Mastoideum
Merupaka ruangan didalam os temporal yang dilapisi mukosa dgn epitel squamous simplex danmerupakan lanjutan dari cavum timpani. Antrum melanjut ke cavum timpani melalui aditus ad antrum . Atap antrum mastoid adalah tegmen timpani (berbatasan dengan fossa kranii media, bagian medialnya Canalis semisirkularis lateralis dan posterior.
Pertemuan antara tegmen dan sinus lateralis disebut sinodural angle. Dasar antrum berbatasan dengan canalis falopii pars horisontalis.

Technorati Tags: , , , ,