Waspadai Pilek Lama, Sinusitis mengintai

“Jadi pilek sangat terkait dengan sinusitis. Untuk itu, perlu diwaspadai pilek lebih dari lima hari maka harus segera diobati, jika berlanjut maka akan berpotensi terjadinya sinusitis”

Biaya Operasi sinusitis bisa ditanyakan di RS atas surat pengantar dari dokter THT yang akan melakukan operasi.

dr. Henny Kartikawati, SpTHT

Sinusitis adalah peradangan pada rongga rongga sinus. Rongga sinus sendiri terbagi menjadi empat bagian yaitu frontal (bagian bawah dahi), maxilla (tulang pipi), sphenoid (bagian belakang rongga hidung), dan ethmoid (di antara jembatan hidung dan mata). Keempat rongga tersebut bermuara ke hidung.

“Jadi pilek sangat terkait dengan sinusitis. Untuk itu, perlu diwaspadai pilek lebih dari lima hari maka harus segera diobati, jika berlanjut maka akan berpotensi terjadinya sinusitis”

Sinus berperan penting dalam meningkatkan kualitas suara kita (resonansi), karena sinus adalah rongga-rongga di dalam tengkorak yang bermuara di hidung. Selain itu sinus juga berperan dalam meringankan berat kepala kita krn tulang tengkorak menjadi berongga-rongga dan tidak terlalu compact.

Penyebab dari sinusitis adalah infeksi (virus, kuman, dan jamur) juga alergi (debu rumah, serbuk sari, udara dingin), atau adanya sumbatan (sekat hidung bengkok, kerang hidung yang besar). Apabila sekat hidung bengkok maka harus diluruskan. Apabila infeksi diberi antibiotik yang sesuai oleh dokter  , apabila alergi sebaiknya melakukan penghindaran terhadap alergen dan minum obat anti alergi. Semua ini dilakukan supaya pilek meler dan hidung buntunya tidak berkembang menjadi sinusitis.

Sinusitis terdiri dari dua penyebab yaitu, rinogen (sebab hidung), odontogen (sebab gigi). Sinus maxilla adalah rongga sinus di dalam pipi, sering akar gigi sampai menuju lantainya. sehingga gigi yang busuk sampai ke akarnya, nanah masuk ke saluran rongga sinus dan keluar ke hidung, menyebabkan ingus berbau berisiko juga menyebabkan infeksi di mata jika nanah masuk ke mata dan nanah ini bisa juga sampai ke otak.
Ada sebuah proses ajaib di dalam sinus yang disebut “mucocilliar clearance” dengan bantuan dari silia, yang bentuknya sangat kecil seperti rambut. mukus dan zat yang tertangkap oleh mukus (debu, kuman, virus) bisa didorong ke tenggorokan kemudian masuk kelambung dan dimatikan oleh asam lambung.

operasi sinusitis dokter tht terbaik
Choncha/ kerang hidung


Sinusitis akut gejalanya menonjol, sakit kepala hebat, pilek dan demam, nyeri terasa di wajah sekitar hidung, segeralah berobat akan sembuh segera, bila tidak segera berobat akan menjadi sinusitis kronis.

Sinusitis kronis memang dimulai dari sinusitis akut yang tidak diobati. Untuk penyembuhan sinusitis kronis kadang obat tidak menyembuhkan, sehingga perlu dioperasi, untuk membersihkan sinus dari lendir pekat dan nanah. Kalau sudah terbentuk polip operasi dilakukan untuk mengangkat polipnya.

Konka (kerang hidung) yang besar juga bisa menyebabkan terjadinya sinusitis. Konka yang membesar banyak terjadi pada pilek alergi. Pilek alergi bisa menyebabkan munculnya daging tumbuh yang disebut polip. Konka besar dan polip hidung ini juga bisa menjadi penyebab sinusitis.

Pengecilan konka ada dua cara yaitu dengan memotong konka (konkotomi) atau dengan konka reduksi (pengecilan konka). Konka reduksi adalah operasi mengecilkan konka dengan cara ditusuk dengan alat khusus yang disebut Plasma Coblation. Keuntungan operasi dengan alat ini adalah bloodless operation, sangat berbeda dengan operasi konkotomi yang perlu ditampon karena berdarah-darah.

Bagaimana cara mendiagnosa sinusitis ? Diagnosa sinusitis  ditelaah oleh dokter berdasarkan keluhan diatas dan berdasarkan pemeriksaan fisik. Ct-scan sinus diperlukan sebagai pemeriksaan penunjang. Selanjutnya dokter akan memberikan obat yang sesuai dengan penyebab sinusitisnya. Operasi dilakukan pada sinusitis yang kronis, berulang dan tidak ada perbaikan dengan obat.

Lalu, bagaimana cara mengobati sinusitis? Apabila disebabkan oleh alergi maka harus menghindari penyebab alergi. 80 persen pilek alergi di Indonesia adalah menghirup debu rumah ( debu di lantai, di meja, atau di sprei). Maka orang dengan alergi debu maka sebaiknya meminta bantuan orang lain untuk  membersihkan rumah, jangan bersih bersih sendiri.

Apabila sinusitis sudah mencapai ke mata bisa terjadi oftalmitis,  jika infeksi menyebar ke selaput otak, bisa menyebabkan meningitis. Dua hal inilah komplikasi  berbahaya dari sinusitis.

Komplikasi sinusitis yang paling sering dialami pasien apabila infeksi mencapai paru-paru dan telinga. Patut diwaspadai sinusitis dengan gejala batuk terus. Kuman dari hidung, bisa masuk ke dalam paru-paru sehingga pasien berpotensi mengalami sinobronkitis. Biasanya sinusitis sangat mudah menyebabkan telinga bindeng agak budeg dan berdenging.

Sinusitis yang disebabkan sekat hidung yang bengkok perlu operasi hidung untuk meluruskan sekat bengkoknya. Sinusitis yang disebabkan karena gigi perlu penanganan dokter gigi.

Jika gejala tidak berkurang setelah pengobatan antibiotik dan pasien masih mengalami dampak dari sinusitis, bedah sinus endoskopik fungsional (BSEF) akan disarankan. BSEF adalah operasi umum untuk sinusitis. Operasi ini sangat efektif dalam menyembuhkan sinusitis.

Ketika operasi, dokter THT akan memasukkan endoskop ke dalam hidung. Endoskop adalah pipa kecil dengan lensa kamera di ujungnya untuk memperbesar tampilan dari dalam hidung. Pengangkatan polip dan pelebaran muara sinus dilakukan dengan bantuan endoscope ini. Ini adalah operasi alat canggih yang saat ini sudah sangat sering dilakukan di rumah sakit besar di Indonesia.

Sinusitis Kronik

Biaya Operasi Sinusitis ditanyakan ke RS dengan pengantar operasi dari dokter THT yang akan mengoperasi

dr. Henny Kartikawati SpTHT

Sinusitis Kronis

Defenisi sinusitis kronis. adalah sinusitis yang berlangsung lebih 3 bulan.

Etiologi sinusitis kronis.
Infeksi kronis pada sinusitis kronis dapat disebabkan :

  1. Gangguan drainase. Gangguan drainase dapat disebabkan obstruksi mekanik dan kerusakan silia.
  2. Perubahan mukosa. Perubahan mukosa dapat disebabkan alergi, defisiensi imunologik, dan kerusakan silia.
  3. Pengobatan. Pengobatan infeksi akut yang tidak sempurna.
  4. kerusakan silia dapat disebabkan oleh gangguan drainase, perubahan mukosa, dan polusi bahan kimia.

Gejala sinusitis kronik.

Secara subjektif, sinusitis kronis memberikan gejala:

  • Hidung. Terasa ada sekret dalam hidung.
  • Nasofaring. Terasa ada sekret pasca nasal (post nasal drip). Sekret ini memicu terjadinya batuk kronis.
  • Faring. Rasa gatal dan tidak nyaman di tenggorok.
  • Telinga. Gangguan pendengaran karena sumbatan tuba Eustachius.
  • Kepala. Nyeri kepala / sakit kepala yang biasanya terasa pada pagi hari dan berkurang atau menghilang setelah siang hari.
  • Penyebabnya belum diketahui pasti. Mungkin karena malam hari terjadi penimbunan ingus dalam sinus paranasal dan rongga hidung serta terjadi stasis vena.
  • Mata. Terjadi infeksi mata melalui penjalaran duktus nasolakrimalis.
  • Saluran napas. Terjadi batuk dan kadang-kadang terjadi komplikasi pada paru seperti bronkitis, bronkiektasis, dan asma bronkial.
  • Saluran cerna. Terjadi gastroenteritis akibat tertelannya mukopus. Sering terjadi pada anak-anak.

Secara objektif, gejala sinusitis kronis tidak seberat sinusitis akut. Tidak terjadi pembengkakan wajah pada sinusitis kronis. Pada pemeriksaan rinoskopi anterior ditemukan sekret kental purulen di meatus nasi medius dan meatus nasi superior. Sekret purulen juga ditemukan di nasofaring dan dapat turun ke tenggorok pada pemeriksaan rinoskopi posterior.

Pemeriksaan mikrobiologik sinusitis kronis. Biasanya sinusitis kronis terinfeksi oleh kuman campuran, bakteri aerob (S. aureus, S. viridans & H. influenzae) dan bakteri anaerob (Peptostreptokokus & Fusobakterium).

Diagnosa sinusitis kronis

Sinusitis kronis didiagnosa berdasarkan anamnesis, pemeriksaan rinoskopi (anterior & posterior) dan pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan penunjang yang dapat kita gunakan antara lain pemeriksaan radiologik, pungsi sinus maksila, sinoskopi sinus maksila, pemeriksaan histopatologik (dari jaringan yang diambil saat melakukan sinoskopi), nasoendoskopi (meatus nasi medius & superior) dan CT scan.

Terapi sinusitis kronis

dapat ditangani dengan cara :

  1. Medikamentosa. Pemberian antibiotik selama minimal 2 minggu dan obat simptomatik lainnya.
  2. Tindakan. Meliputi diatermi, pungsi & irigasi sinus (sinusitis maksila), pencucian Proetz (sinusitis etmoid, sinusitis frontal & sinusitis sfenoid), pembedahan radikal & tidak radikal.
  3. Diatermi menggunakan gelombang pendek di daerah sinus paranasal yang sakit selama 10 hari.

Pungsi & irigasi sinus dan pencucian Proetz dilakukan 2 kali seminggu. Jika tindakan ini telah kita lakukan lebih 5-6 kali namun masih belum ada perbaikan dimana sekret purulen masih tetap banyak maka keadaan ini kita anggap telah irreversibel. Artinya mukosa sinus paranasal tidak dapat lagi kembali normal. Hal ini dapat diketahui dengan pemeriksaan sinoskopi dan dapat diatasi dengan tindakan operasi radikal. Pemeriksaan sinoskopi melihat langsung antrum (sinus maksila) menggunakan bantuan endoskopi.

Operasi radikal dilakukan setelah pengobatan konservatif tidak berhasil. Tindakan ini bertujuan mengangkat mukosa sinus paranasal yang patologis atau melakukan drainase sinus paranasal yang sakit. Ada beberapa jenis operasi radikal pada sinusitis paranasal, yaitu :

Operasi Caldwell-Luc

Pembedahan untuk sinusitis maksila.
Etmoidektomi. Pembedahan untuk sinusitis etmoid.
Operasi Killian. Pembedahan untuk sinusitis frontal.
Belakangan ini, para ahli mengembangkan tindakan pembedahan sinus paranasal yang bukan radikal dengan menggunakan bantuan endoskopi. Prinsipnya membuka dan membersihkan daerah kompleks osteomeatal sebagai sumber sumbatan dan infeksi sehingga ventilasi dan drainase sinus paranasal lancar kembali melalui ostium alami. Akhirnya sinus paranasal diharapkan dapat normal kembali. Tindakan ini disebut Bedah Sinus Endoskopik Fungsional (BSEF).

Komplikasi sinusitis kronis

Sinusitis kronis dapat menyebabkan :

  1. Osteomielitis.
  2. Abses subperiosteal.
  3. Kelainan orbita.
  4. Kelainan intrakranial.
  5. Kelainan paru-paru.
  6. Osteomielitis dan abses subperiosteal biasanya akibat sinusitis frontal dan lebih banyak terjadi pada usia anak-anak. Osteomielitis akibat sinusitis maksila dapat menyebabkan fistula oroantral.

Kelainan orbita paling banyak disebabkan oleh sinusitis etmoid kemudian berturut-turut akibat sinusitis frontal dan sinusitis maksila. Penyebaran infeksinya melalui tromboflebitis dan perkontinuitatum.

Kelainan orbita tersebut meliputi :

  • Edema palpebra.
  • Selulitis orbita.
  • Abses subperiosteal.
  • Abses orbita.
  • Trombosis sinus kavernosus.
  • Kelainan intrakranial berupa :
  • Meningitis.
  • Abses ekstradural.
  • Abses subdural.
  • Abses otak.
  • Trombosis sinus kavernosus.
  • Kelainan sinus paranasal yang disertai dengan kelainan paru-paru disebut sinobronkitis.
  • Kelainan paru-paru ini berupa :
  • Bronkitis kronis.
  • Bronkiektasis.
  • Asma bronkial.
  • Daftar Pustaka

Endang Mangunkusumo & Nusjirwan Rifki. Rinorea, Infeksi Hidung dan Sinus dalam Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga, Hidung, Tenggorok, Kepala & Leher. Ed. ke-5. dr. H. Efiaty Arsyad Soepardi, Sp.THT & Prof. dr. H. Nurbaiti Iskandar, Sp.THT (editor). Jakarta : Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 2006.
Oleh : Muhammad al-Fatih II

https://konsultasispesialis.com #dokterthtsemarang @drhennytht
https://dokter-tht-spesialis.com
RS SMC Telogorejo Semarang
RS Columbia Asia Semarang

Technorati Tags: , , ,