Test kalorimetri nistagmus

Oleh dr. Thohar Arifin
Caloric Nystagnmus
– Ada empat kemungkinan tes ini:
1. Induksi irigasi dengan air dingin dan panas padda meatus acusticus externus
2. dengan cara sama pada satu MAE saja
3. Untuk mengevaluasi pasien tidak sadar
4. bisa untuk menstimulasi individual canalis semicircularis.

Metoda tes ini adalah menstimulasi canalis semicircularis horisontalis.
Jika pasien berdiri maka kepala di extensikan 60 derajat dari sumbu axial, atau pasienyang tiduran kepala pasien di flexikan 30derajat.
Air dingin atau air panas di irigasikan ke MAE dengan spuit

Sebelum membaca hasil tes ini ada prinsip yang perlu di ketahui, yaitu penamaan Nystagmus. Nystagmus di namai dari komponen cepatnya. Misalnya ada stimulasi pada system vestibular kemudian kedua bola mata bergerak lamban ke kiri dan cepat kekanan, maka dinamai right nystagmus.

Ok.. kita kembali ke test caloric.
Pada orang normal :
irigasi dengan air dingin akan bermanifestasi nystagmus yang oposite dengan arah aliran air dingin. Misal telinga kanan yang di irigasi maka nyastagmus akan ke kanan.
Ini pada awalnya, sedang fase pemulihan maka nystagmus akan sama dengan arah aliran air dingin.
kunci : cold oposite.
Pada irigasi dengan air hangat akan bermanifestasi kebalikan dari air dingin, Jadi kalau MAE kanan yang di irigasi maka Nystagmusnya ke kiri dan fase pemulihannya nystagmus ke kanan.
Kunci : Warm same
Pada penderita yang mati batang otak:
1. Tidak ada nystagmus
2. lesi pada FLM bilateral, mata yang di irigasi akan adduksi ke arah aliran air dingin/oposite aliran
3. lower brain stem damage, tidak ada respon

Audiometri Dasar

Audiometri dasar

Pemeriksaan audiometri memerlukan : audiometer, ruang kedap suara, audiologist dan pasien yang kooperatif. Pemeriksaan standar yang dilakukan adalah :
* audiometri nada murni
* audiometri tutur
* immittance audiometri

Audiometri nada murni

Pemeriksaan ini menghasilkan grafik nilai ambang pendengaran pasien pada stimulus nada murni. Nilai ambang diukur dengan frkwensi yang berbeda-beda. Secara kasar bahwa pendengaran yang normal grafik berada diatas. Grafiknya terdiri dari skala desibel. Suara dipresentasikan dengan earphone ( air conduction ) dan skull vibrator ( bone conduction ). Bila terjadi air bone gap maka mengindikasikan adanya CHL. Turunnya nilai ambang pendengaran oleh bone conduction menggambarkan SNHL.

simbol audiogram Simbol Audiometer

aud3.gifNormal

aud5.gifCHL

aud4.gifSNHL

aud6.gifMHL

Terima kasih atas pertanyaannya

Pada dasarnya memang tes pendengaran terbagi menjadi 2 macam :

1. Tes pendengaran tanpa alat : test bisik , tes suara ( sifatnya subyektif dan menentukan derajat ketulian hanya secara kasar).

2. Tes pendengaran dengan alat :

    – dengan garpu tala

    – dengan alat audiometry ( dengan jenis yang macam-macam denga harga berkisar diatas 30 juta ). Semakin canggih maka bisa menilai gangguan pendengaran lebih tepat baik secara derajat maupun kemungkinan penyebab dan teknik rehabilitasi yang paling tepat, untuk pemilihan alat bantu dengar.

Audiometri tutur : pada prinsipnya pasien disuruh mendegar kata-kata yang jelas artinya pada intensitas mana mulai terjadi gangguan sampai 50 % tidak dapat menirukan kata-kat dengan tepat.

Kriteria orang dikatakan tuli ?

Tuli terdiri dari beberapa derajat :

1. Ringan masih bisa mendengar pada intensitas 20-40 dB

2. Sedang =========================== 40-60 dB

3. Berat sudah tidak dapat mendengar pada === 60-80 dB

4. Berat sekali ======================== > 80 dB

pada dasarnya tuli mengakibatkan gangguan komunikasi, apabila seseorang masih memiliki sisa pendengaran diharapkan dengan bantuan alat bantu dengar (ABD/hearing AID) suara yang ada diamplifikasi dikeraskan oleh ABD sehingga bisa terdengar.

Prinsipnya semua tes pendengaran agar akurat hasilnya, tetap harus pada ruangan kedap suara, minimal sunyi. Karena kita meberikan tes pada frekwensi tertentu dengan intensitas lemah , TiiiiT….. kalau ada gangguan suara pasti akan mengganggu penilaian kita.

Pada audiometru tutur, memang kata-kata tertentu denagn vokal dan konsonan tertentu yang dipaparkan ke penderita.

Intensitas pada pemeriksaan audiometri bisa dimulai dari 20 dB bila tidak mendengar 40 dB dst, bila mendengar intensitas bisa diturunkan 0 dB, berarti pendengaran baik.

Tes sebelum dilakukan audiometri tentu saja perlu pemeriksaan telinga : apakah congek atau tidak ( ada cairan dalam telinga ), apakah ada kotoran telinga ( serumen ), apakah ada lubang pada gendang telinga. Untuk menentukan penyebab kurang pendengaran.

Referat ku

skin test. Ini adalah acuan saya dalam melaksanakan skin prick test, silahkan dibaca bila ada manfaatnya.

kemoradioterapi1.doc Ini adalah acuan saya dalam kemoradioterapi kanker, silahkan dibaca bila ada manfaatnya.

diseksi-leher-word.doc . ini adalah tulisan saya tentang neck diseksi, silahkan dibaca semoga ada manfaatnya.

imunoterapi.doc Ini adalah tulisan saya tentang imunoterapi, semoga bermanfaat.

Journal

Penelitian prognosis Ca esofagus BHS Indonesia & aslinya Bahasa Inggris

karsinoma nasofaring (terapi)

Disebabkan karena letaknya yang tersembunyi dan berdekatan dengan otak dan saraf-saraf kranial, maka tindakan operasi untuk jenis tumor ini sulit dilakukan. Tindakan yang sering dilakukan adalah dengan mengkombinasi radioterapi dan kemoterapi. Respon terapi tergantung dari jenis sel tumor dan besarnya tumor. Radioterapi yang biasa dilakukan di RS. dr. Kariadi dengan dosis total 6000 cGy. SItostatika yang sering dilakukan di RS dr. Kariadi adalah Paclitaxel dan Cisplatin atau Paclitaxel dengan Capecitabine.