Respon Imun Outline

Granulosit yang dibentuk dengan kecepatan 8 juta sel/menit hanya hidup 2-3 hari, sedang monosit/makrofag dapat hidup untuk beberapa bulan-tahun. Granulosit yang merupakan 60-70% dari seluruh sel darah putih, ditemukan juga di luar pembuluh darah karena dapat menembus dinding pembuluh darah. Sel polimorfonuklear bergerak cepat dan sudah berada di tempat infeksi dalam 2-4 jam, sedang monosit bergerak lebih lambat dan
memerlukan waktu 7-8 jam untuk sampai di tempat tujuan.
Sel sistim imun spesifik terdiri atas sel B dan sel T yang masing-masing merupakan sekitar 10% dan 70-85% dari semua limfosit dalam sirkulasi.
Sel B tidak mempunyai subset tetapi sel T terdiri atas beberapa subset: sel Th, Ts, Tc dan Tdh.
Sel B merupakan asal dari sel plasma yang membentuk imunoglobulin (Ig) yang terdiri atas IgG,IgM,IgA,IgE dan IgD.
IgD berfungsi sebagai opsonin, dapat mengaglutinasikan kuman/ virus, menetralisir toksin dan virus, mengaktifkan komplemen (jalur klasik) dan berperanan pada Antibody Dependent Cellular Cytotoxicity (ADCC). ADCC tidak hanya merusak sel tunggal
tetapi juga mikroorganisme multiselular seperti telur skistosoma, kanker, penolakan transplan, sedang ADCC melalui neutrofil dan eosinofil berperan pada imunitas parasit.
IgM dibentuk terdahulu pada respons imun primer sehingga kadar IgM yang tinggi menunjukkan adanya infeksi dini. IgM merupakan aglutinator antigen serta aktivator komplemen (jalur klasik) yang poten.
IgA ditemukan sedikit dalam sekresi saluran napas, cerna dan kemih, air mata, keringat, ludah dan air susu ibu dalam bentuk IgA sekretori (sIgA). IgA dan sIgA dapat menetralisir toksin, virus, mengagglutinasikan kuman dan mengaktifkan komplemen (jalur alternatif). IgE berperanan pada alergi, infeksi cacing, skistosomiasis, penyakit hidatid, trikinosis. Peranan IgD belum banyak diketahui dan diduga mempunyai efek antibodi pada alergi makanan dan autoantigen.
Sel Th yang disebut sel inducer merupakan regulator sistim imun oleh karena mengatur fungsi sel-sel sistim imun lainnya termasuk makrofag, sel B dan subset sel T lainnya.
Di samping sel-sel tersebut di atas masih ada sel non T non B yang terdiri atas sel NK (Natural Killer) dan sel K (Killer). Sel NK dapat membunuh sel tumor dan sel yang diinfektir virus secara nonspesifik tanpa bantuan antibodi, sedang sel K merupakan efektor dari ADCC yang dapat membunuh sel secara spesifik tetapi hanya dengan bantuan antibodi.

Technorati Tags: , , , , , , , ,

Perjalanan N VII menurut dr. X2

Perjalanan N Fasialis Versi dr. X2

Nervus Fasialis memiliki 2 nukleus yaitu nukleus superior (homo dan kontralateral) dan inferior (heterolateral) yaitu dari gyrus presentralis.  Kemudian mengelilingi n VI( disebut genu internum), kemudian ke cerebelopontin angle kemudian ke MAI bersama dengan N VIII, kemudian membentuk ganlion genikulatum yang mempercabangkan n. petrosus superfisialis mayor, bersama dengan NV yang mencabangkan N. lakrimalis. Kemudian membentuk pleksus timpani menuju ke lidah dan kelenjar sub mandibula dan sub lingua ( disebut pars horisontalis). Sedangkan pars desenden keluar ke foramen stilomastoideus yang mempercabangkan n. stapeideus ( pars desenden atau mastoidea).Tepat sebleum keluar dari foramne stilomastoideus mempervcabangkan korda timpani menuju ke interkordae posterior ( antara krus longus inkudis dan manubrioum malei). N. VII berlanju ke parotis menjadi ramus zygomatico temoralis dan ramus mandibulo servikalis.

perjalanan-n-vii.gif

perjalanan n 7

Menilai parese N VII harus berdasar 4 hal :

  • tipe
  • Lokasi
  • Penyebab
  • Derajat

Gangguan yang bisa timbul berdasarkan lokasi :
– supra nuklear : spastik , wajah bagian atas tidak terkena.
– nuklear : kena nuc n VI : terjadi strabismus konvergen
– Serebelo pontin : gangguan keseimbangan dan pendengaran
– MAI : gangguan keseimbangan dan pendengaran
– ganglion genikulatum : gangguan lakrimasi dengan schimmer test
– Pars mastoidea/ desenden : hiperakusis/ sensitif terhadap suara keras.
– korda timpani : perasa 2/3 depan lidah dan sekresi saliva.
Parese N VII berdasar tipe :
1. Central : spastik, bila dipons –> strabismus
2. Perifer : parese flacid,

Parese N VII berdasar Lokasi:
1. Intra kranial :

  • supranuklear : otak/ kortex(tidak mengganggu otot muka bagian atas
  • nuklear : pons
  • infranuklear : serebelopontin angle

2. Endotemporal :

  • Ganglion genikulatum ganguana lakrima
  • area temporomastoideus mengganggu n. stapeideus
  • foramen stilomastoideus gangguan korda timpani ( pengecapan dan sekretomotor –> submaxilaris)

3. Extratemporal

  • ramus zygomaticotemporalis (otot-otot muka bagaian atas)
  • ramus mandibulocervicalis ( otot-otot muka bagiana bawah)

Berdasar Derajat :

  • Neuropraxia
  • Axonotmesis
  • Neurotmesis

BAROTRAUMA

BAROTRAUMA

Sering terjadi pada saat naik pesawat, menyelam, tamparan dll. Bisa terjadi SNHL, terutama terjadi CHL.

terjadi akibat perbedaan tekanan di kavum timpani dengan dunia luar, bisa diatasi dengan Toynbee manuver yaitu menutup hidung dan mulu kemudian menelan.
MAnifestasinya berupa otalgia, rasa penuh di telinga, , kurang dengar. Gambaran MT bisa hemotipanum, ruptur, bisa terjadi OME setelah 24 jam.
Penatalasanaan bisa ringan : dekongestan dan antihistamin, bila dengan perforasi (antibiotika sistemik dan topikal), dengan perdarahan (membersihkan perdarahan), hindari tetes telinga, antibiotika sistemik, setelah baik miringoplasti. Barotrauma derajat berat dengan bocornnya perilimfe akan menimbulkan vertigo  berlanjut menjadi SNHL (penatalaksanaan bed rest dan antivertigo).
Terapi lainnya bisa dengan dekompresi ruangan.

Technorati Tags: , , ,

Soal-soal dr. X1

Soal-soal dr. X1

1. Jelaskan mengenai beda dari antigen dan alergen ?
2. Jelaskan apa yang disebut respon imun primer dan sekunder ?
3. Jelaskan skema patogenesis Rinitis Alergi ?
4. Bagaimana Klasifikasi Rinitis Alergi menurut WHO ARIA ?
5. Bagaimana pembagian antihistamin, jelaskan kelebihan dan kekurangannya
6. Bagaimana kerja steroid terhadap reaksi alergi ?
7. Apa yang dimaksud dengan penyakir kompleks imun ?
8. Apa hubungan Rinitis alergi dengan penyakit lain ?
9. Apa yang dimaksud dengan rebound efek pada pemakaian dekongestan topikal ?
10. Dekongestan hidung ada berapa cara pemakaian, sebut kelebihan dan kekurangan masing-masing ?
11. Apa yang dimaksud rinitis medikamentosa dan jelaskan patogenesisnya ?
12. Bagaimana Rinitis alergi bisa menyebabkan OME ?
13. Apa yang disebut sinobronchial refleks ?
14. Apa yang dimaksud imunoterapi spesifik ?
15. Sebutkan gejala rinitis alergi dan sebutkan 8 macam rinitis ?
16. Tuliskan siklus sinusitis ?
17. Apa itu nasal dekongestan, sebutkan contohnya dan kontra indikasinya ?
18. Apa itu OSA dan GERD ?
19. Patofisiologi Rinitis alergi ?
20. Apa itu tonsilitis SBGHA dan jelaskan tanda dan gejala ?
21. Beda granuloma tipe stewart dan tipe Wagener ?
22. Apa itu inverted papiloma ?
23. Jelaskan fungsi penciuman pada hidung ?
24. Jelaskan tentang angiofibroma ?
25. Terangkan patofisiologi Rinitis alergi ?
26. Jelaskan beda Ig M, Ig E, Ig G, Ig A
27. Apa itu kistik fibrosis ?
28. Jelaskan fungsi hidung secara proteksi ?
29. Beda LMG dan granuloma Wagener ?
30. FAktor yang berperan pada rinitis vasomotorror ?
31. Genral sign Ca Nasofaring ?
32. Apa itu inverted papiloma bedanya dengan polip ?
33. Perforasi atik berbahaya ? kenapa ?
34. Bagaimana cara diagnosis sinusitis ?
35. Bagaimana terapi sinusitis ?
36. Bagaimana diagnosis sinusitis pada anak ?
37. Beda hipertrofi adenoid dengan sinusitis pada anak ?
38. Apa penyebab sinusitis pada anak ?