KANKER LARING

      Tak ada komentar pada KANKER LARING

DEFINISI

  • Kanker Laring merupakan keganasan pada pita suara, kotak suara (laring) atau daerah lainnya di tenggorokan. Kanker laring atau karsinoma laring adalah sel-sel sekitar pita suara yang tumbuh menjadi sel ganas yang menyebabkan kanker. Tumbuh tidak terkoordinasi dengan jaringan lain, akibatnya merugikan tubuh dimana ia tumbuh. Kanker laring lebih banyak ditemukan pada pria dan berhubungan dengan rokok serta pemakaian alkohol.
  • Kanker dapat mengembangkan dalam setiap bagian dari laring, namun angka kesembuhan dipengaruhi oleh lokasi tumor. Untuk keperluan staging tumor, laring dibagi menjadi tiga daerah anatomi: dengan glotis (pita suara benar, commissures anterior dan posterior); yang supraglottis (epiglotis, arytenoids dan lipatan aryepiglottic, dan kabel palsu), dan subglottis tersebut.Kebanyakan kanker laring berasal glottis. Kanker Supraglottic kurang umum, dan tumor subglottic paling tidak sering.
  • Kanker laring dapat menyebar dengan ekstensi langsung ke struktur yang berdekatan, dengan metastasis ke kelenjar getah bening daerah leher rahim, atau lebih jauh, melalui aliran darah. Metastates jauh ke paru-paru yang paling umum.

ETIOLOGI

  • Penyebab pasti sampai saat ini belum diketahui karena penyebab kanker dapat merupakan gabungan dari sekumpulan faktor, genetik dan lingkungan, namun didapatkan beberapa hal yang berhubungan erat dengan terjadinya keganasan laring atau faktor resikonya yaitu : rokok, alkohol, sinar radio aktif, polusi udara, radiasi leher dan asbestosis. Ada peningkatan resiko terjadinya tumor ganas laring pada pekerja-pekerja yang terpapar dengan debu kayu dll.
  • Beberapa hal yang dapat menjadi faktor resiko terjadinya kanker laring adalah
    • Merokok: pembakaran tembakau dapat menghasilkan zat karsinogenik, Dan gerakan silia asap tembakau dapat membuat untuk menghentikan atau memperlambat, kemacetan dan edema mukosa, hiperplasia epitel, penebalan dan metaplasia skuamosa, secara karsinogenik 
    • Alkohol yang berlebihan: alcohol dalam jangka panjang dapat merangsang selaput lendir untuk degenerasi dan menyebabkan kanker.   
    • Kronis inflamasi seperti: radang tenggorokan kronis, atau radang pernafasan   
    • Polusi udara : Gas berbahaya dalam jangka panjang menghirup sulfur dioksida dan produksi debu industri cenderung menyebabkan kanker tenggorokan.   
    • Infeksi virus: Virus memungkinkan sel untuk mengubah sifat dari divisi yang abnormal, virus ini juga dilampirkan ke gen meng-upload ke generasi berikutnya sel kanker. HPV-16,18jenis infeksi dan virus berhubungan denga kanker tenggorokan.   
    • Perubahan prakanker: Tenggorokan keratosis dan tenggorokan jinak, seperti kanker tenggorokan yang berulang.   
    • Radiasi: Karsinogenik ketika terapi radiasi dan tumor leher. Radiasi ionisasi (yang merupakan karsinogenik) digunakan dalam sinar rontgen dihasilkan dari pembangkit listrik tenaga nuklir dan ledakan bom atom yang bisa menjangkau jarak yang sangat jauh   
    • Hormon seksual : Penelitian menunjukkan bahwa pasien kanker tenggorokan dengan sel reseptor estrogen positif secara signifikan lebih tinggi.
    • Faktor keturunan. Jika terdapat riwayat kelurga gejala kanker laring ini, rasio menurunnya lebih tinggi dibandingkan keluarga yang tidak pernah ada riwayat kanker ini. Seperti jenis kanker yang mungkin dapat diturunkan yaitu gejala kanker payudara, kanker indung telur, gejala kanker kulit maupun gejala kanker usus besar.

PENYEBARAN

  • Kebanyakan kanker laring adalah karsinoma sel skuamosa, yang mencerminkan asal-usul mereka dari sel skuamosa yang membentuk mayoritas epitel laring. Kejadian kanker tenggorokan sekitar 1 sampai 5% dari tumor sistemik di bidang THT, kedua setelah rongga nasofaring dan hidung, kanker sinus menempati urutan ketiga. Baik usia untuk 50 sampai 70 tahun pada pria lebih umum daripada perempuan.
  • Kanker laring lima kali lebih umum pada pria dibandingkan pada wanita. Kebanyakan kasus kaker ini, berkembang pada orang dewasa yang berusia 40 tahun. Tiga perempat kasus mempengaruhi orang-orang yang berusia 60 tahun atau lebih. Merokok adalah satu-satunya faktor risiko terbesar untuk kanker laring. Minum alkohol saat merokok meningkatkan risiko lebih lanjut. Jika pendiagnosisan pada tahap awal penyakit ini, ada kesempatan yang bagus bahwa orang dengan gejala kanker laring akan mencapai kesembuhan. Namun apabila penyakit kanker baru ditemukan telah dalam tingkatan lanjut, mengurangi peluang untuk mencapai penyembuhan menyeluruh.

HISTOPATOLOGI

  • Karsinoma sel skuamosa meliputi 95 – 98% dari semua tumor ganas laring, dengan derajat difrensiasi yang berbeda-beda. Jenis lain yang jarang kita jumpai adalah karsinoma anaplastik, pseudosarkoma, adenokarsinoma dan sarkoma
  • Karsinoma Verukosa. Adalah satu tumor yang secara histologis kelihatannya jinak, akan tetapi klinis ganas. Insidennya 1 – 2% dari seluruh tumor ganas laring, lebih banyak mengenai pria dari wanita dengan perbandingan 3 : 1. Tumor tumbuh lambat tetapi dapat membesar sehingga dapat menimbulkan kerusakan lokal yang luas. Tidak terjadi metastase regional atau jauh. Pengobatannya dengan operasi, radioterapi tidak efektif dan merupakan kontraindikasi. Prognosanya sangat baik.
  • Adenokarsinoma. Angka insidennya 1% dari seluruh tumor ganas laring sering dari kelenjar mukus supraglotis dan subglotis dan tidak pernah dari glottis. Sering bermetastase ke paru-paru dan hepar. two years survival rate-nya sangat rendah. Terapi yang dianjurkan adalah reseksi radikal dengan diseksi kelenjar limfe regional dan radiasi pasca operasi.
  • Kondrosarkoma. Adalah tumor ganas yang berasal dari tulang rawan krikoid 70%, tiroid 20% dan aritenoid 10%. Sering pada laki-laki 40 – 60 tahun. Terapi yang dianjurkan adalah laringektomi total

KLASIFIKASI

  • Berdasarkan Union International Centre le Cancer (UICC) 1982, klasifikasi dan stadium tumor ganas laring terbagi atas :
    • Supraglotis. Yang termasuk supraglotis adalah : permukaan posterior epiglotis yang terletak disekitar os hioid, lipatan ariepiglotik, aritenoid, epiglotis yang terletak di bawah os hioid, pita suara palsu, ventrikel.
    • Glotis. Yang termasuk glottis adalah : pita suara asli, komisura anterior dan komisura posterior.
    • Subglotis. Yang termasuk subglotis adalah : dinding subglotis.

GEJALA

  • Kanker laring biasanya berasal dari pita suara, menyebabkan suara serak. Seseorang yang mengalami serak selama lebih dari 2 minggu sebaiknya segera memeriksakan diri.
  • Kanker bagian laring lainnya menyebabkan nyeri dan kesulitan menelan.
  • Kadang sebuah benjolan di leher yang merupakan penyebaran kanker ke kelenjar getah bening, muncul terlebih dulu sebelum gejala lainnya timbul.

Gejala lainnya yang mungkin terjadi adalah:

  • Nyeri tenggorokan
  • Nyeri leher
  • Penurunan berat badan
  • Batuk
  • Batuk darah
  • Bunyi pernafasan yang abnormal (strdor/ ngorok timbul saat tidur)..
  • Bau mulut
  • Telinga sakit

DIAGNOSA

  • Untuk menegakkan diagnosa tumor ganas laring masih belum memuaskan, hal ini disebabkan antara lain karena letaknya dan sulit untuk dicapai sehingga dijumpai bukan pada stadium awal lagi. Biasanya pasien datang dalam keadaan yang sudah berat sehingga hasil pengobatan yang diberikan kurang memuaskan. Yang terpenting pada penanggulangan tumor ganas laring ialah diagnosa dini 
  • Untuk menegakkan diagnosis dilakukan selain melalui anamnesia dan pemeriksaan fisik juga dengan pemeriksan laringoskop dan biopsi. CT scan dan MRI kepala atau leher juga bisa menunjukkan adanya kanker laring.

DIAGNOSA BANDING
Tumor ganas laring dapat dibanding dengan :
1. TBC laring
2. Sifilis laring
3. Tumor jinak laring.
4. Penyakit kronis laring
PENGOBATAN

  • Pengobatan tergantung kepada lokasi kanker di dalam laring. Kanker stadium awal diatasi dengan pembedahan atau terapi penyinaran. Jika menyerang pita suara, lebih sering dilakukan terapi penyinaran karena bisa mempertahankan suara yang normal. Kanker stadium lanjut biasanya diatasi dengan pembedahan, yang bisa meliputi pengangkatan seluruh bagian laring (laringektomi total atau parsial), diikuti dengan terapi penyinaran. Pengangkatan seluruh pita suara menyebabkan penderita tidak memiliki suara.

Suara yang baru dibuat dengan salah satu dari cara berikut:
1. Esophageal speech, penderita diajari untuk membawa udara ke dalam kerongkongan ketika bernafas dan secara perlahan menghembuskannya untuk menghasilkan suara.
2. Fistula trakeoesofageal, merupakan katup satu arah yang dimasukkan diantara trakea dan kerongkongan.
Katup ini mendorong udara ke dalam kerongkongan ketika penderita bernafas, sehingga menghasilkan suara.
3. Jika katup mengalami kelainan fungsi, cairan dan makanan bisa secara tidak sengaja masuk ke dalam trakea.
4. Elektrolaring adalah suatu alat yang bertindak sebagai sumber suara dan dipasang di leher.
Suara yang dihasilkan oleh ketiga cara tersebut dirubah menjadi percakapan dengan menggunakan mulut, hidung, gigi, lidah dan bibir. Suara yang dihasilkan lebih lemah dibandingkan suara normal.
 PENCEGAHAN
Kurangi atau hindari rokok dan alkohol

Tinggalkan Balasan