Analisis survival merupakan suatu bentuk analisis univariat nonparametrik yang digunakan bila outcome yang diamati adalah panjang waktu suatu kejadian. Untuk melakukan analisis survival, kita memerlukan titik permulaan (misalnya, tanggal lahir, tanggal diagnosis, tanggal operasi) dan titik akhir (misalnya, tanggal kematian, kejadian ulang, stroke) untuk setiap subjek. Bila subjek gagal mengalami kejadian tersebut (misalnya, kematian, kejadian ulang, atau stroke) pada saat penelitian selesai, titik akhirnya adalah akhir periode penelitian, atau tanggal follow up. terakhir untuk subjek-subjek yang tidak diikuti sampai akhir penelitian, dengan kata lain mereka yang hilang pada follow-up. Subjek-subjek ini disebut subjek yang tersensor.
Penulis: hennykartika
Satistik Univariat
Statistik univariat lebih sering digunakan dan lebih mudah dihitung daripada statistik multivariat. Statistik univariat biasanya membandingkan nilai mean dan median pada dua kelompok atau lebih atau membandingkan proporsi subjek-subjek yang memiliki suatu ciri tertentu atau yang tergolong dalam berbagai kategori.
Bentuk uji univariat yang paling umum adalah
- uji Pearson chi-square dilaporkan sebagai X2
- uji-t dilaporkan sebagai t
- analisis varians dilaporkan sebagai F
- korelasi dilaporkan sebagai r
- uji logrank dilaporkan sebagai X2
Lebih lanjut statistik univariat dapat diklasifikasikan ke dalam statistik parametrik dan nonparametrik. Statistik parametrik digunakan bila outcome yang diamati bersifat kontinu. Statistik ini membuat asumsi tertentu mengenai distribusi data. Statistik parametrik yang paling sering adalah uji-t, analisis varians (atau uji-F), dan koefisien korelasi. Semua uji ini mengasumsikan bahwa data terdistribusi secara normal, atau bentuk lonceng, bila digambarkan.
Statistik nonparametrik tidak membuat asumsi tentang bagaimana data terdistribusi dan, oleh karena itu, sering digunakan bila asumsi suatu uji parametrik tidak terpenuhi. Hal ini sering terjadi bila ukuran sampel kecil atau outcome yang diinginkan bersifat diskrit atau ordinal. Contoh statistik nonparametrik yang paling umum adalah uji Pearson chi-square, analisis varians Kruskal-Wallis, dan uji rank-sum.
Uji Chi-Square digunakan untuk mengetahui apakah ada perbedaan atau tidak diantara lebih dari 2 proporsi sampel. Perhitungan didasarkan atas frekwensi observasi (fo) dan frekuensi yang diharapkan (fe)
Aturan yang berlaku pada uji Chai Square adalah sebagai berikut :
- Jika pada tabel 2×2 dijumpai nilai kurang dari 5, gunakanlah nilai Fisher Exact.
- Jika pada tabel 2×2 tidak ada nilai <5, sebaiknya digunakan uji continuity correction
- Jika ltabelnya lebih dari 2×2 misalnya 3×2 atau 3×3 digunakan uji Pearson Chi-square.
Nilai p dapat dilihat di kolom Asymp. Sig bila nilainya kurang dari 0,05 maka dapat disimpulkan adanya perbedaan yang bermakna.
Technorati Tags: statistik univariat, parametrik, nonparametrik, chi-square
Variabel Penelitian
Variabel penelitian juga dapat dibedakan menjadi:
1. Variabel bebas (independent variable),
2. Variabel terikat (dependent variable)
Penggolongan tersebut dilakukan berdasarkan sifat hubungan antar variabel. Dalam hal ini sifat hubungannya adalah hubungan kausalitas. Variabel bebas juga sering disebut variabel antecedent, dan variabel terikat disebut qonsequent. Variabel bebas ialah variabel yang oleh peneliti diperkirakan menjadi penyebab munculnya atau berubahnya variabel terikat. Sedang variabel terikat ialah variabel yang terjadi atau muncul atau berubah karena mendapat pengaruh atau disebabkan oleh variabel bebas. Di antara hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat tersebut terdapat variabel-variabel perantara (moderator), variabel pengganggu (intervening variable), dan variabel pengendali variabel lain (control variable).
Technorati Tags: Variabel Penelitian
Simple Random Sampling
1. Simple Random Sampling
Simple random sampling adalah suatu tipe sampling probabilitas, di mana peneliti dalam memilih sampel dengan memberikan kesempatan yang sama kepada semua anggota populasi untuk ditetapkan sebagai anggota sampel. Dengan teknik semacam itu maka terpilihnya individu menjadi anggota sampel benar-benar atas dasar faktor kesempatan (chance), dalam arti memiliki kesempatan yang sama, bukan karena adanya pertimbangan subjektif dari peneliti. Teknik ini merupakan teknik yang paling objektif, dibandingkan dengan teknik-teknik sampling yang lain. Teknik sampling secara random dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:
a. Menggunakan cara undian.
b. Menggunakan tabel bilangan random.
a. Cara Undian
Cara undian, dilakukan dengan menggunakan prinsip-prinsip undian. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
1) Peneliti mendaftar semua anggota populasi;
2) Setelah selesai didaftar, kemudian masing-masing anggota populasi diberi nomor, masing-masing dalam satu kertas kecil-kecil;
3) Kertas-kertas kecil yang masing-masing telah diberi nomor tersebut kemudian digulung atau dilinting;
4) Gulungan atau lintingan kertas yang telah berisi nomor-nomor tersebut, kemudian dimasukkan ke dalam suatu tempat (misalnya kotak atau kaleng) yang dapat digunakan untuk mengaduk sehingga tempatnya tersusun secara acak (sembarang);
5) Setelah proses pengadukan dianggap sudah merata, kemudian peneliti atau orang lain yang diawasi peneliti, mengambil lintingan kertas satu per satu sampai diperoleh sejumlah sampel yang diperlukan.
Cara undian ini sangat sederhana dan mudah digunakan, cocok digunakan untuk jumlah sampel yang kecil, namun untuk digunakan terhadap jumlah populasi yang besar, akan menjadi tidak efisien.
b. Tabel Bilangan Random
Cara ini juga sangat mudah diimplementasikan dalam penelitian survei. Para peneliti survei dapat menggunakan tabel bilangan random yang sudah tersedia di sejumlah buku metodologi penelitian, yang secara khusus membahas tentang teknik sampling. Dibandingkan dengan random cara undian, cara ini lebih mudah dan praktis, dan dapat digunakan pada jumlah sampel yang cukup besar. Tabel berikut adalah salah satu contoh penggunaan tabel bilangan random:
10480 15011 01536
22368 46573 25595
12430 48360 22527
42167 93093 06243
37570 39975 81837
77921 06975 11008
99562 72905 56420
96301 91977 05463
89579 14342 63661
85475 36857 53342
28918 69578 88231
63553 40961 48235
09429 93969 52636
Dari contoh di atas, peneliti telah menentukan 10 anggota populasi untuk ditetapkan sebagai sampel penelitian, yaitu nomor-nomr: 30; 67; 70; 21; 62; 01; 79; 75; 18; dan 53 (dalam tabel ditunjukkan oleh bilangan dua digit yang tercetak tebal). Cara yang ditempuh ialah mengambil dua digit secara konsisten. Dari contoh tersebut, penentuan nomor 30 dilakukan secara random, kemudian untuk mengambil bilangan-bilangan berikutnya dengan cara mengambil angka dua digit di bawahnya, dan seterusnya. Apabila ke bawah belum mencukupi, peneliti dapat mengambil dua digit pada kolom kedua; Apabila masih belum cukup, peneliti dapat pindah ke kolom ketiga, dan seterusnya. Untuk peneliti yang ingin menggunakan tabel bilangan random, para ahli menyarankan, bahwa bila jumlah sampel kurang dari 100 unit, maka dalam pengambilan bilangan random, dianjurkan menggunakan dua digit. Apabila jumlah sampel antara 100 sampai dengan 1000 unit, dianjurkan menggunakan tiga digit, dan seterusnya.
Technorati Tags: Random, Sampling, Metode, Penelitian, Simple